Thursday, 2 May 2013

Bagian 1. Akal sehat dan realita

Hari hari yang dilalui adalah bergelut dengan target, baik target tunggakan maupun target realisasi dan sekarang si MBM (Manager Bisnis Mikro)memberikan target lagi yaitu target simpanan... huftt. tak apalah inilah pekerjaan salah siapa dulu saya melamar pekerjaan dan sekarang tak usah  dilamar" pekerjaan" itu datang bagai air dari bengawan solo, "mengalir sampai jauh"..

Saya adalah seorang mantri bukan menteri loh ya, maklum untuk lebih mengakrabkan dengan nasabah yang kebanyakan orang desa maka sebutan terbaik adalah mantri, mengacu pada budaya dan keadaan menadasar budaya masyarakat yang kebanyakan orang desa. dalam bahasa perbankan mantri adalah AO (account officer) yang mana tugasnya adalah menjadi peluru yang harus"tajam" untuk melakukan "invasi" kepada masyarakat. jika tak tajam lagi maka mantri akan menjadi sebuah "rongsokan"

Bingung dan bimbang pada awal nya jadi mantri pastilah
karena saya harus melakukan banyak tugas dalam satu waktu, dalam bisnis perbankan yang bergerak dalam bidang mikro maka mantri adalah senjata nan ampuh, mengalahkan senjata kimia iraq..hehehhee

Dengan target yang menggunung antara lain
1 target Pinjaman,  baik peningkatan jumlah debitur maupun Rupiah
2 target DH, ( Daftar Hitam) ini adalah harta karun dari sebuah bank, dimana tugas mantri adalah menggali (menagih) kredit yang sudah di dH kan atau dalam bahasa umum adalah kredit macet. sulit pasti karena langsung konfrontasi dengan nasabah yang MACET yang pastinya susah ditagih.
3. target simpanan, entah kapan diberlakukannya simpanan menjadi bagian dari target yang dibebankan,
Perlu diketahui bahwa menjaga agar sebuah kredit itu lancar adalah sebuah "masalah" yang tidak mudah, tapi karena kesalahan diawal yang saya lakukan adalah saya melamar "pekerjaan" maka jangan pernah mengeluh jalani aja.

saya inget kata-kata guru saya  Yang terhormat Bpk Dahlan Iskan, pernah berkata "perusahaan yang besar sibuk dengan kebesarannya, perusahan yang kecil sibuk dan kekecilannya tp orang yang bahagia adalah bisa menikmati setiap kesulitan dengan bahagia.

itu adalah kata2 motivasi terbaik.

dari kata tersebut akhirnya saya menemukan sebuah langkah smart untuk menjaga agar hubungan nasabah lancar jika hubungan lancar maka secara hampir pasti kredit lancar dan tugas saya sebagai pekerja bank tidaklah berad berad amat. yaitu saya menjalin hubungan erat(seperti keluarga) dengan para nasabah saya.
jika mereka ada hajad maka pasti saya ada disana, saya berusaha mennjadi pendengar yang baik bagi mereka dan itu terbukti, saya hadir jika mereka sakit saya sebagai penyemangat dalam kondisi mereka yang sedang tidak baik. saya berusaha untuk menjadi bagian dalam kehidupan mereka. dan langkah ini manjur juga.

pertumbuhan pinjaman bri unit saya semakin melambung,target simpanan masuk dan target deha juga masuk. alhamdulilah segala puji bagi allah .swt yang maha pemurah..

mukjizar yang saya alami mukjizat yang saya rasakan sungguh luar biasa.

akalsehat saya berkata "mungkin jika kita lebih dekat dengan nasabah dalam arti yang baik dan profesionalisme , maka kita akan mendapat manfaat yang sungguh besar"

sebagai seorang bankir saya harus menghilangkan jurang pemisah dengan nasabah,
nasabah itu yang memberii makan saya trus kenapa saya harus pasang gengsi kepada mereka. salah jika begitu.

anggaplah sesama manusia saling membantu, saling tolong menolong jadi bagian yang erat
ini adalah senjata yang ampuh untuk menahan gempuran dari berbagai bank lain yang mulai menginfasi bisnis mikro, ternyata bisnis mikro ini mulai banyak menark para semut untuk menikmati manisnya.

15 comments:

  1. wow.. super sekali curhatnya maz. makasih udah curhat tentang mantri, awalnya aku mau daftar jadi mantri.. tp setelah membaca curhat ini jadi ragu yang mau nerusin ngelamar.. hehe
    salam kenal ya :D

    ReplyDelete
  2. Kapan yaa superman bisa kalahkan mantri

    ReplyDelete
  3. Catatannya gue bangeud yah, hehe....
    Keep fighting! Semangat! :)
    -Mantri bandung-

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Semangat ...
    Salam mantri mataram

    ReplyDelete
  6. Gw dapet saran dr temen untuk jadi mantri, yg kerjanya gak monoton kaya frontliner, merasa tertantang dgn posisi ini, calon pemimpin hebat bersal dr jiwa marketing

    ReplyDelete
  7. Pak saya mau cepat jd mantri , minta nasihat dan sarannya pak .

    ReplyDelete
  8. Brarti sistem krjanya sama kayak CMO/CFO di leasing, pnglaman kt sama mas..
    Never give up!!!

    ReplyDelete
  9. kalau jadi mantri, misal target tidak tercapai apa ada konsekuensi yang harus diterima dari pihak perusahaan ya?? terima kasih.

    ReplyDelete
  10. Kredit bank = lintah darat , mau mau nya jd peliharaan para rentenir dlm istilah keren. Riba is riba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi sayangnya Bank dibutuhkan di seluruh dunia, yak terkecuali negara Islam (saudi arabia, palestine, dll). So, pikirkanlah kembali statemen Anda.

      Delete
  11. siip mas...dapat wawasan tambahan ni....trimakasih

    ReplyDelete
  12. Nanya gan, bagi anda2 yg udah berpengalaman jadi mantri, apakah anda melakukan hal seperti berikut ini?

    1. Mengatrol analisa RPC nasabah agar dinyatakan layak padahal faktanya bisa jadi tidak layak.
    2. Mengatrol luas garapan lahan pertanian, misal faktanya 1/2hektar ditulis 2hektar atau lebih agar mendapatkan persetujuan plafond sesuai yg dikehendaki.
    3. Merekayasa keterangan tinggal, usaha, pekerjaan, dsb. Misal suami/istri diluar kota, tapi dibuatkan keterangan diluar negeri agar dapat melakukan pencairan 1pihak saja.
    4. Saling curi dan saling intai nasabah sesama rekan mantri antar unit bahkan dalam satu unit.
    5. Gerilya mensetting jawaban nasabah ketika ada audit.
    6. Mencari simpanan dadakan setiap akhir semester meskipun harus hitung2an bonus yg akan dicapai dengan pengeluaran lobi dana pihak ketiga.
    7. Merekayasa permohonan keringanan bunga DH dan tidak memberikan seluruhnya kepada nasabah.
    8. Membuku IPTW manual dengan dalih IPTW otomatis tidak berjalan.
    9. Membuku biaya exploitasi dengan kwitansi abal2 baik untuk kepentingan kantor maupun pribadi.
    10. Melakukan tombokan tunggakan agar meminimalkan DPK dan NPL setiap akhirbulan.
    11. Melakukan tombokan JT musiman agar dapat segera dicairkan kembali, sukur2 bisa plafondering.
    12. Menerima imbalan dari nasabah sekecil2nya rokok dan makanan, sebesar2nya sejumlah uang dengan prosentase dari plafond.
    13. Merekayasa data BIchecking agar bisa mendapatkan nasabah baru meskipun tidak layak.
    14. Melakukan topengan dengan meminjam nama orang lain demi mencukupi kebutuhan nasabah yg sudah mencapai limit.
    15. Menerima titipan setoran dilapangan tanpa mesin EDC.
    16. Menagih tunggakan dengan sandiwara dan kadang lebay pake ancaman lelang dsb.
    17. Ikut join dalam menggunakan rekening pinjaman nasabah.
    18. Ikut join modal kepada broker pinjaman.
    19. Ngumpulin upeti untuk memperlancar kenaikan karir.
    20. Dll...dll...dll silahkan ditambahkan sendiri.

    ReplyDelete
  13. Klo kata bos ane mah,jadi mantri kerja harus ikhlas..kerja itu bukan cuma nyari duit tapi jg ibadah..itung"bantu usaha usaha orang..siapa yg menanamkan kebaikan insyaAllah memanen kebaikan...

    Salam kenal
    Mantri Unit Bojonggede Kanca Cibinong

    ReplyDelete
  14. Semangat aja... Terus berjuang... Salam Mantri PKU nikmati apa yg ada

    ReplyDelete