Saturday, 7 November 2015

Test MANTRI BRI

Tips Lolos Wawancara Kerja Posisi Mantri BRI

Tips Wawancara Kerja Marketing – Marketing, jika kita artikan, marketing merupakan suatu proses pemasaran. Marketing itu sendiri adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumer
Dan jika Anda ingin bekerja di posisi marketing ini, maka Anda harus memiliki kemampuan setidaknya dalam proses pemasaran. Untuk menjadi seorang marketing, bukan hanya kemampuan pemasaran yang akan diandalkan, namun Anda juga harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi yang baik dan benar. Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Jika Anda ingin bekerja sebagai seorang marketing, maka setidaknya Anda harus mengikuti serangkaian bentuk tes yang diadakan oleh perusahaan yang Anda lamar untuk mengisi posisi sebagai seorang marketing. Dan salah satu tes yang harus Anda hadapi yaitu proses wawancara kerja. Agar Anda bisa lolos dalam proses wawancara kerja sebagai marketing, maka Anda harus mempersiapkan diri Anda sebelum Anda wawancara kerja. Dan berikut ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum Anda melangsungkan sesi wawancara kerja sebagai seorang marketing, yaitu sebagai berikut:

Survey Lokasi Wawancara Kerja
Sempatkan diri Anda untuk survey atau mengecek lokasi interview. Hal ini dilakukan agar keesokan harinya Anda tidak sibuk atau kebingunagn mencari lokasi wawancara kerja. Namun hal ini tidak perlu dilakukan jika Anda telah mengetahui lokasi wawancara kerja.

Datanglah Lebih Awal

Datanglah 10 menit atau lebih awal dari jadwal wawancara yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar Anda dapat Merileks-an diri, sehingga Anda tidak tergopoh-gopoh yang menyebabkan berkeringat dan gugup saat melakukan wawancara.

Siapkan Jawaban Atas Pertanyaan Wawancara Kerja

Hal ini perlu Anda lakukan, dengan Anda melakukan persiapan ini, kepercayaan diri Anda akan bertambah, sehingga tidak membuat Anda khawatir lagi untuk tidak dapat menjawab pertanyaan dari interviewer.

Berpakaianlah yang Rapi dan Formil

Anda dapat berpakaian dengan kemampuan financial Anda. Untuk pria pakailah pakaian kameja lengan panjang dengan warna cerah namun tidak norak atau mencolok. Hal ini memiliki penilaian psikologis oleh si pewancara. Normalnya pakaian yang dipakai untuk wawancara kerja adalah kemeja putih dan celana panjang warna hitam dengan bahan keper. Untuk wanita, pakailah pakaian yang menunjukan Anda seorang pekerja, dan jangan ber make-up terlalu tebal, bermake-up lah sewajarnya.

Awali dan akhiri wawancara dengan Sapaan dan Jabat Tangan

Ketuklah pintu sebelum Anda masuk kedalam ruangan si pewawancara, kemudian ulurkan tangan Anda lebih awal untuk berjabat tangan sambil mengucapkan sapaan hangat. Hal ini dilakukan agar pewawancara memberi kesan positif bahwa Anda adalah orang yang smart dan ramah serta percaya diri.

Hal yang terakhir yang harus Anda lakukan adalah, setelah Anda selesai di wawancarai ucapkan terima kasih dan jabat tangan dengan interviewer sembari memberikan senyuman ramah.


Mantri BRI

Tips Menjadi Seorang Marketing Yang HEBAT
Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang dipikiran bahwa Marketing itu adalah salesman dan ,saleswoman, yang sering Anda lihat dimana pun yang menawarkan produk barang maupun pun jasa dari berbagai macam perusahaan. Marketing adalah ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.
Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah kerja sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini. Marketing saat ini sesungguhnya sudah mulai gencar diduniaonline, oleh karena itu disebut sebagai Marketing Online. Akan tetapi, prinsip dasarnya pun sama yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan target yang telah ditentukan.
Simak Tips Menjadi Marketing Handal Berikut Ini :
Kenali market Anda. Pada segmen apa Anda ingin memasarkan produk atau jasa tersebut, dan siapa saja yang menjadi sasaran jual Anda. Pastikan Anda menjual produk atau jasa pada orang yang tepat.
Have a good appearance. Anda tidak pernah tahu dimana dan kapan Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Kesan pertama akan terlihat dari penampilan Anda. Berikanlah kesan baik dan meyakinkan ketika target melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka target Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.
Perluaslah koneksi atau kenalan Anda. Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah Anda tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan client baru.
Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge). Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon client tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai keunggulan, kekurangan, harga, kualitas, target konsumen atau client, dan hal lainnya.
Keluar dari comfort zoneJangan pernah merasa bahwa yang Anda raih saat ini sudah cukup memuaskan. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti. Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan client dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.
Ciptakan antusiasme dalam diri Anda. Menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau aksi bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.
Catat testimonialClient Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.
Bergulat dengan kenyataan. Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh client. Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. Tetap konsisten dalam Pekerjaan dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.

SEJARAH KARTU KREDIT


Sejarah Singkat Kartu Kredit di Dunia

Diners adalah kartu kredit pertama di dunia.

Sejarah kartu kredit bisa kita telusuri dan pahami. Cikal bakal kemunculannya itu sendiri sudah pernah diramalkan oleh seorang novelis sekaligus pengacara bernama Edward Bellamy dari Massachusetts di tahun 1887. Dalam novelnya yang berjudul "Looking Backward", Tuan Bellamy menyebut atau menggunakan istilah "kartu kredit" kurang lebih ada 11 kali. Inilah yang menjadi inspirasi atau pendorong untuk mewujudkan hayalan seperti ini menjadi kenyataan.

Seperti yang pernah dijelaskan di bagian sejarah uang, meski uang dalam bentuk kertas dan logam sudah sangat bagus, tetap saja memiliki beberapa kekurangan yang terkadang sangat merepotkan. Untuk mengatasi berbagai kekurangan seperti itulah diperlukan terobosan-terobosan baru.

Sejarah Singkat Kartu Kredit

Awal tahun 1900-an beberapa perusahaan pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan department store di Amerika Serikat sebenarnya sudah memperkenalkan semacam kartu belanja yang bisa dipergunakan oleh langganan mereka. Kartu belanja ini diterbitkan oleh perusahaan dan fungsinya hanya sebatas sebagai kartu member seperti yang sering kita jumpai saat ini. Misalnya kartu member matahari club card, kartu diskon, dsb. Tujuan dibuatkannya kartu-kartu ini agar konsumen menjadi lebih loyal dan ada manajemen yang lebih rapi untuk mengurus data-data konsumen untuk keperluan marketing dan promosi di masa yang akan datang.

Pada tahun 1946 mulai diperkenalkan ke masyarakat sebuah sistem pembayaran kredit yang diprakarsai oleh institusi perbankan. Adalah seorang bankir bernama John Biggins dari Flatbush National Bank of Brooklyn yang memperkenalkan sistem ini dengan julukan "charge it". Tujuannya adalah untuk memudahkan konsumen (nasabah bank tersebut) bertransaksi dengan toko-toko atau merchant-merchant yang juga menjadi nasabah di bank tersebut. Jadi merchant-merchant harus menyerahkan slip bukti transaksi di mana bank akan menagih kepada nasabah yang menggunakan fasilitas "charge-it" ini. Proses ini mengharuskan si nasabah memiliki rekening koran atau tabungan di bank tersebut.

Diners Club Card

Perkembangan berikutnya adalah apa yang disebut dengan Diners Club Card. Bermula di tahun 1949 ketika secara tidak sengaja seorang businessmanbernama Frank McNamara ketinggalan dompet setelah acara makan malam di sebuah restoran ternama. Pada saat tagihan datang, dirinya baru sadar bahwa dompetnya tertinggal. Dari kejadian ini Frank McNamara memulai debutnya untuk mencari solusi pengganti uang tunai atau dompet yang sering tertinggal yang mungkin banyak dialami orang lain juga. Tahun 1950, Frank McNamara bersama rekannya Ralph Schneider kembali ke restoran tersebut dengan menggunakan sebuah kartu pembayaran yang unik. Inilah cikal bakal kartu kredit yang kita kenal hingga saat ini. Semuanya bermula dari Diners Club yang saat itu adalah jenis kartu "charge card". 

Kartu "charge" adalah kartu kredit dalam arti konsumen bisa menunda pembayaran pada saat bertransaksi atau berbelanja di toko. Bank yang akan membayar terlebih dulu kepada pemilik toko. Baru di bulan berikutnya giliran bank yang menagih ke konsumen dan konsumen wajib membayar penuh(full). Sedikit berbeda dengan kartu kredit yang kita kenal sekarang. Namun demikian adalah benar bahwa sejarah kartu kredit berawal dari Diners Club. Karena Diners Club adalah kartu dengan sistem penundaan pembayaran (kredit) pertama buat konsumen. Semua konsumen pemilik Diners Club bisa makan minum di semua restoran tanpa perlu membawa uang tunai atau takut dompetnya tertinggal. Perusahaan Diners Club yang akan membayarnya terlebih dulu kepada toko atau restoran, lalu baru akan ditagihkan di bulan berikutnya kepada si pemilik kartu. Sejak saat itu (1951) penggunaan kartu Diners Club begitu terkenal di Amerika dan pada tahun yang bersamaan ditemukanlah bahan pembuat kartu dengan bahan dasar plastik yang membuatnya semakin mempesona. Sebab waktu dulu kartu masih menggunakan bahan dasar kertas.

Debut American Express, Visa dan MasterCard

Tak mau kalah, tahun 1958 American Expressmengeluarkan kartu kreditnya yang dikenal dengan julukan AMEX (American Express). Pada awalnya, jenis kartu kredit ini juga adalah kartu charge sama seperti Diners Club. Menyusul beberapa tahun kemudian Bank of America (VISA) mengeluarkan kartu kredit mereka juga. Era tahun 1960 merupakan era edukasi manfaat kartu kredit secara besar-besaran buat para pelancong yang sering berpindah-pindah kota di Amerika. Dan pada pertengahan tahun 1970 pemerintah Amerika Serikat melalui kongres menetapkan regulasi kebijakan terhadap penggunaan kartu kredit. Aturan main semakin diperjelas agar industri kartu kredit bertumbuh dengan baik sesuai jalurnya. Sejak itulah kartu kredit berkembang sedemikian rupa di Amerika Serikat dan akhirnya menular ke negara-negara di Eropa, Arab, Australia, Asia termasuk ke Indonesia.

Kurang lebih itulah sejarah singkat munculnya kartu kredit hingga kita kenal sekarang. Jadi kartu kredit sudah melewati banyak tahapan dan membutuhkan waktu berabad-abad hingga sekarang. Semua penemuan selalu membutuhkan banyak pengorbanan dan proses, tidak sesederhana yang kita anggap apalagi mengatakan bahwa kartu kredit adalah hutang. Hutang adalah konsep berpikir atau perilaku, bukan sebuah produk. Meski menggunakan uang kontan sekalipun, tidak ada jaminan seseorang tidak akan pernah berhutang.

#Sumber Kartukredit

Belanja ONLINE dg KARTU KREDIT

Search for:

Toggle navigation

Cara Pintar Belanja Online dengan Kartu Kredit

Belanja online  kini semakin mudah dengan adanya layanan pembayaran melalui kartu kredit. Dengan adanya kartu kredit ini, seseorang bisa berbelanja dengan mudah dan nyaman.  Namun untuk transaksi via online dengan menggunakan kartu kredit Anda harus ekstra berhati-hati.

Tips Kartu Kredit untuk Belanja Online

1. Lakukan transaksi jual beli maupun transfer dengan menggunakan komputer sendiri. Dengan transaksi melalui komputer sendiri, Anda sudah meminimalisir pencurian data.

2. Pasanglah antivirus atau antispyware yang dapat dipercaya pada perangkat komputer Anda. Antivirus dan antispyware akan melindungi komputer Anda dari serangan virus atau spyware yang dapat mencuri data perbankan Anda.

3. Pastikan url (alamat) situs tempat Anda melakukan transaksi memang benar karena sekarang banyak situs palsu yang tampilannya mirip dengan situs belanja online asli.

4. Pilihlah toko online yang  dapat dipercaya dan memiliki reputasi serta kredibilitas yang baik. Untuk memastikannya Anda bisa menghubungi via telepon, email,atau browsing testimonial dari pembeli atau pelanggan. Jika pelayanannya mengecewakan, semakin banyak testimoni negatif di dunia online.

5. Ketika melakukan transaksi dengan kartu kredit, sebaiknya Anda mencatat hal-hal penting seperti nomor transaksi, besarnya biaya, serta nama orang atau lembaga yang ditransfer agar Anda sewaktu–waktu dapat meminta bank membatalkan transaksi bila  ada kecurigaan.

6.Bila merasa ada hal yang aneh pada tagihan kartu kredit Anda, langsung hubungi bank bersangkutan untuk meminta klarifikasi atau pembatalan transaksi.

7. Selesai melakukan transaksi, jangan lupa keluar (Log Out / Sign Out) dari akun agar tidak ada orang lain yang bisa menggunakan akun Anda untuk bertransaksi. Agar lebih aman, sebaiknya Anda menghapus cache dan cookies.

8. Jangan pernah melakukan save passwords untuk situs-situs perbankan agar orang lain tidak bisa mengaksesnya tanpa sepengetahuan Anda.

9. Gunakan kartu kredit dengan limit paling rendah ketika bertransaksi di dunia online. Seandainya terjadi  suatu hal yang tak diinginkan, kerugian Anda tidak akan  terlalu banyak.

10. Jangan memberikan digit angka yang ada dibelakang kartu kredit Anda kepada orang lain karena hal tersebut bersifat rahasia.

Semoga tips kartu kredit di atas dapat membantu Anda berbelanja online dengan aman dan nyaman. 

#Sumber RAJA KARTU KREDIT

Aman BELANJA dg KARTU KREDIT

Search for:

Toggle navigation

Tips Kartu Kredit Belanja Cerdas dan Aman

Banyak orang menduga bahwa salah satu biang masalah keuangan selama ini adalah kartu kredit. Anggapan tersebut tak selalu benar karena masih banyak masyarakat pengguna kartu kredit yang tetap aman keuangannya dengan menggunakan kartu berhutang ini.

Tips Kartu Kredit 1 : Jangan bebankan semua keperluan keluarga terhadap kartu kredit. Akhirnya, tagihan kartu kredit yang satu ditutup dengan kartu kredit yang lainnya. Kalau hal tersebut dilakukan secara terus- menerus dalam waktu tertentu maka hutang kartu kredit akan semakin bengkak.

Tips Kartu Kredit 2 : Sebaiknya sebelum Anda belanja barang tertentu, terlebih dahulu Anda memikirkan kembali, apakah akan memakai kartu kredit atau uang cash. Jangan sampai semua pembelanjaan dilakukan dengan menggunakan kartu kredit.

Tips Kartu Kredit 3 : Jika Anda pergi ke pusat perbelanjaan dan berniat untuk membeli barang yang sangat Anda butuhkan, coba Anda lihat, apakah ada diskon atau tidak untuk pembelian barang  tersebut bagi kartu kredit yang Anda pegang, jika perlu tanyakan kepada SPG nya atau kasir.

Tips Kartu Kredit 4 : Perhatikan tidak hanya penawaran diskonnya saja, tetapi juga biaya administrasi atau abonemen  yang ditimbulkan dari penggunaan kartu kredit. Jika biaya tersebut tidak Anda perhatikan maka total tagihan akan membengkak. Apalagi jika pembayaran Anda dilakukan dengan cara mencicil, Anda akan dikenai beban bunga, sehingga harga yang harus dibayar menjadi lebih mahal.

Tips Kartu Kredit 5 : Tanyakan kepada penjual barang atau makanan tersebut, apakah pembelian dengan menggunakan kartu kredit dikenakan biaya administrasi atau tidak? Jika iya, maka sebaiknya Anda meminta untuk tidak dikenakan atau membebaskan biaya administrasi tersebut.

Tips Kartu Kredit 6 : Banyak kartu kredit yang menawarkan keuntungan tambahan, seperti poin yang bisa ditukar dengan layanan atau diskon tertentu. Jadilah pengguna kartu kredit yang bisa berbelanja pintar.

Tips Kartu Kredit 7 : Penggunaan kartu kredit memang sangat praktis dan menguntungkan, karena itu kita diberi waktu beberapa minggu sebelum ditagih untuk membayar pemakaian. Tetapi perlu Anda ingat bahwa keuntungan maksimal hanya didapat apabila Anda membayar penuh tagihan kartu kredit Anda. (MW)

#Sumber RAJAKARTUKREDIT

UMKM. YANG LAYAK DIBIAYAI PERBANKAN II

Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM (DPAU) – Bank Indonesia
Gedung D Lantai 8, Jl. M. H. Thamrin No. 2, Jakarta 10350
Telp. (021) 2981-5458/8599/8244; Fax. (021) 2310786

Fasili​tas Pencarian Data UMKM

Kategori Data          Jumlah Responden SurveyProvinsi:  All  Aceh                                                                              Bali                                                                              Banten                                                                            Bengkulu                                                                          Daerah Istimewa Yogyakarta                                                        Daerah Khusus Ibukota Jakarta                                                     Gorontalo                                                                         Jambi                                                                             Jawa Barat                                                                        Jawa Tengah                                                                       Jawa Timur                                                                        Kalimantan Selatan                                                                Kalimantan Tengah                                                                 Kalimantan Timur                                                                  Kepulauan Riau                                                                    Lampung                                                                           Maluku                                                                            Maluku Utara                                                                      Nusa Tenggara Barat                                                               Papua                                                                             Papua Barat                                                                       Riau                                                                              Sulawesi Selatan                                                                  Sulawesi Tengah                                                                   Sulawesi Tenggara                                                                 Sulawesi Utara                                                                    Sumatera Barat                                                                    Sumatera Selatan                                                                  Sumatera Utara                                                                    Provinsi :15207Kab/Kota :  Kab/Kota :Informasi dan Komunikasi 
Jumlah Perusahaan : 62 
Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 
Jumlah Perusahaan : 6223 
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 
Jumlah Perusahaan : 1521 
Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 
Jumlah Perusahaan : 42 
Pertambangan dan Penggalian 
Jumlah Perusahaan : 36 
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 
Jumlah Perusahaan : 1 
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 
Jumlah Perusahaan : 10 
Transportasi dan Pergudangan 
Jumlah Perusahaan : 58 
Industri Pengolahan 
Jumlah Perusahaan : 5074 
Konstruksi 
Jumlah Perusahaan : 208 
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan dan Pembersihan Limbah dan Sampah 
Jumlah Perusahaan : 9 
Real Estate 
Jumlah Perusahaan : 1 
Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis 
Jumlah Perusahaan : 512 
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 
Jumlah Perusahaan : 785 
Jasa Pendidikan 
Jumlah Perusahaan : 9 
Kegiatan Jasa Lainnya 
Jumlah Perusahaan : 509 
Jasa Keuangan dan Asuransi 
Jumlah Perusahaan : 22 
Jasa Persewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya 
Jumlah Perusahaan : 102 
Jasa Perorangan yg Melayani RT, Keg yg Menghasilkan Brg & Jasa oleh RT yg Digunakan Sendiri utk Memenuhi Kebutuhan 
Jumlah Perusahaan : 19 
Pengadaan Listrik, Gas, Uap Air Panas dan Udara Dingin 
Jumlah Perusahaan : 4

UMKM YANG LAYAK DIBIAYAI PERBANKAN

Database Profil UMKM

PROFIL USAHA MIKRO,KECIL DAN MENENGAH YANG POTENSIAL DIBIAYAI OLEH PERBANKAN
Usaha yang sedang tidak menerima kredit dari bank namun memerlukan kredit untuk pengembangan usaha

Dalam rangka mendorong intermediasi perbankan kepada sektor riil dan UMKM, salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia adalah dengan menyediakan informasi data profil UMKM yang tidak sedang mendapatkan pembiayaan perbankan, namun membutuhkan kredit/pembiayaan dalam rangka pengembangan usahanya. 

Dengan tersedianya data profil UMKM dimaksud, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pihak terutama bagi UMKM dalam rangka mempercepat akses pembiayaan dari perbankan. 

Data profil UMKM menyajikan data informasi pengusaha (nama perusahaan, lama usaha, alamat, dll) serta data usaha yang antara lain mencakup informasi kegiatan usaha, tingkat persaingan usaha, total asset, rata-rata penjualan per tahun, proyeksi pertumbuhan, kebutuhan pembiayaan, taksiran aset untuk jaminan kredit serta jumlah dokumen persyaratan kredit. 

Sumber: Bank indonesia

ALAT PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Berikut ini adalah macam macam alat pembayaran internasional :

1. Secara kontan/tunai ( Full Bodied Money)
Pembayaran kontan merupakan membeli barang dengan membayar langsung. Biasanya dilakukan oleh turis, jamaah haji dan sebagainya.

2. Telegrafik Transfer ( Cabie Order)
Pembayaran dengan cara cek yang diteruskan melalui telegram. Cara ini dilakukan oleh bank di dalam negeri kepada pelanggan di luar negeri dengan mentransfer rekening deposito.

3. Wesel ( Bill of Exchange)
Surat perintah pembayaran dari Bank di dalam negeri kepada bank di luar negeri sesuai dengan tujuan, jumlah uang, dan nama orang yang tertulis di dalam wesel.

4. Cek (Cheque)
Pembayaran ini dilakukan dengan cara importir mengirimkan cek kepada eksportir melalui bank yang ditunjuk di Negara eksportir. Biasanya bank yang ditunjuk adalah bank yang mempunyai cabang di Negara importir.

5. Emas
Pembayaran dengan emas sama dengan pembayaran dengan menggunakan barang biasa.

6. Kompensasi pribadi
Cara ini dilakukan dengan cara mengkompensasikan antara eksportir dengan importir dalam satu Negara.

7. Letter of Credit (L/ C)
L/ C atau Letter of Credit pada prinsipnya merupakan fasilitas atau jasa untuk memperlancar transaksi jual beli barang terutama yang berkaitan dengan transaksi internasional. Bank, pemberi L/ C memberikan jaminan untuk membayar sejumlah tertentu kepada pihak lain atas permintaan nasabahnya.

Pembeli dan penjual sering dibatasi oleh jarak yang berjauhan, bahkan berlainan pulau atau Negara. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan dalam hal penyelesaian transaksi jual beli barang. Jarak yang jauh tadi mengakibatkan transaksi tunai sulit dilakukan.

Permasalahan yang muncul adalah siapa yang akan mengirimkan uang terlebih dahulu sebelum barang tersebut sampai di alamatnya. Penjual tidak berani melepas barangnya sebelum ada kepastian pembayaran dari pembeli atas barang tersebut. Kedua belah pihak memiliki kekhawatiran terhadap resiko kerugian, apabola di antaranya ternyata tidak ada yang memenuhi kewajibannya.

Untuk menyelesaikan dilema yang dihadapi antara penjual dan pembeli ini, dibutuhkan jasa dari bank sebagai pihak ketiga atau menjadi perantara, dengan memberikan jaminan kepada pihak penjual atau eksportir dan pembeli atau importir.

Mekanisme L/ C Transaksi Perdagangan:

1. Penandatanganan kontrak jual beli antara importir Indonesia dengaan eksportir Jepang.
2. Permohonan L/ C importir disertai dengan setoran jaminan.
3. Permintaanpembukuan L/ C oleh bank importir kepada bank koresponden.
4. Pemberitahuan bank korespenden kepada eksportir tentang diterimanya importor dan jaminan pembayaran.
5. Pengiriman barang kepada importir.
6. Penyerahan dokumen impor, Bank koresponden akan memeriksa dokumen dan syarat-syarat lain.
7. Dokumen dan permintaan pembayaran L/ C dikirim kepada bank importir.
8. Bank importir member tahu kedatangan dokumen kepada importir dan permintaan pelunasan L/ C.

Macam-macam L/ C:

a. L/ C biasa
Pembayaran melalui bank yang telah ditunjuk sesuai dengan harga yang disepakati.

b. Merchant L/ C
Pembayaran dilakukan setelah barang diterima pihak importir terlebih dahulu. Cara ini sudah tidak dipakai sejak tahun 1977.

c. Red Clouse L/ C
Eksportir sudah dapat menerima pembayaran sebagian dari jumlah L/ C sebelum pengapalan barang-barang yang diekspor.

d. Industrial L/ C
Cara ini adalah cara impor barang-barang industri yang dilakukan secara cepat. Barang-barang industri ini tidak dipergunakan untuk keperluan konsumsi.

Itulah penjelasan mengenai alat pembayaran internasional. Setelah membaca ringkasan materi tersebut, diharapkan kamu semakin padam dengan macam-macam alat pembayaran internasional yang sering digunakan oleh importir dan eksportir dalam bertransaksi.

KENALI KARTU KREDIT ANDA

Di zaman yang serba cepat dan komplek ini, kebutuhan untuk memilik kartu kredit semakin tak terhindarkan. Apalagi semakin banyak kemudahan yang hanya bisa Anda dapatkan bila membayar dengan kartu kredit. Sebut saja berbagai diskon menarik di restoran atau kafe dan supermarket, tiket pesawat, keanggotaan kartu kredit.

Belum lagi Anda dapat menggunakan kartu kredit sebagai “dana darurat” ketika tiba-tiba anggota keluarga sakit dan dana darurat sesungguhnya yang Anda miliki tidak dapat diambil karena berbentuk deposito, dan saat itu bank sudah tutup.

Apa pun itu, memiliki kartu kredit memang memberikan kelonggaran keuangan, walau hal itu bersifat semu. Tentu saja semu karena Anda tetap harus membayar segala yang Anda gunakan, plus bunga-berbunga kartu kredit yang saat ini mencapai 3,5 persen per bulan, apabila Anda lalai atau gagal melunasi pemakaian kredit.

Jadi, simak saja enam yang wajib Anda ketahui sebagai pemegang kartu kredit, agar tidak terjebak dengan segala kemudahan dan iming-imingnya.

Alat pembayaran. Banyak orang salah kaprah, dengan menganggap kartu kredit adalah kartu utang. Memang tidak sepenuhnya salah, tetapi anggapan itu akan memicu Anda untuk terus dan berani berutang. Yang seharusnya Anda lakukan adalah menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran. Artinya, kartu kredit sama saja dengan uang tunai: Kalau tidak ada uang, tidak bisa berbelanja. Sehingga, saat Anda tahu tidak punya uang untuk membeli sesuatu, Anda tidak serta-merta tergoda menggunakan kartu kredit. Anda hanya akan menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran yang lebih aman dan praktis ketimbang uang tunai. 

Waktu membayar. Karena Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran semata, maka Anda harus memaksimalkan cara pembayaran yang tepat agar tidak terkena bunga. Yaitu, dengan membayar sebelum tanggal jatuh tempo. Kalau keadaan memaksa, sehingga Anda terpaksa memberlakukan kartu kredit sebagai kartu utang, maka lunasi seluruh pemakaian. Tidak bisa melunasi secara penuh? Membayar jumlah minimum memang mengoda, tetapi sistem bunga berbunga bakal membuat pembayaran Anda selalu tertinggal dengan laju kecepatan utang pokok yang dibungakan, lalu dibungakan lagi. Hasilnya tidak akan ada akhirnya. Bayar sekitar dua sampai tiga kali dari jumlah pembayaran minimum.

Jumlah kartu kredit. Lebih baik memiliki satu kartu kredit dengan limit tinggi, ketimbang beberapa kartu kredit untuk mencapai limit yang sama. Dengan satu kartu kredit, Anda hanya harus membayar biaya tahunan untuk satu kartu, sementara kalau, misalnya, lima kartu kredit, maka ada lima biaya tahunan. Belum lagi kalau Anda aktif menggunakan semua kartu tersebut, bisa runyam. 

Limit kartu kredit. Nah, sekarang, berapa jumlah ideal limit kartu kredit Anda? Sebagian besar akan menjawab, ‘setinggi-tingginya.’ Namun benarkah demikian? Kalau Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran, maka limit kartu kredit yang tepat adalah sebesar maksimal lima kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kalau pengeluaran Anda lima juta rupiah dalam sebulan, maka limit maksimal kartu kredit Anda adalah Rp25 juta. Dengan asumsi pengeluaran bulanan Anda 40 persen dari penghasilan, maka itulah angka yang cukup moderat, yang Anda masih bisa tanggung setiap bulan. Tentu dengan catatan Anda tidak punya utang lain. 

Nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. ‘Saya selalu melunasi utang kartu kredit, bahkan sebelum jatuh tempo.’ Percaya atau tidak, Anda tidak akan dianggap sebagai nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. Indikasi paling simpel yang terjadi saat Anda melakukan cara tersebut adalah tagihan kartu kredit Anda bakal semakin tipis, tidak ada lagi brosur-brosur cantik yang menawarkan berbagai diskon bila Anda menggunakan kartu kredit. Lebih runyam lagi, bisa jadi perusahaan penerbit kartu kredit mengalihkan penagihan menjadi via e-mail, ketimbang surat seperti yang selama ini Anda dapatkan. Selain itu, apabila Anda tidak pernah menggunakan kartu kredit sampai limit kredit Anda – yang sesungguhnya hal itu baik di mata nasabah dan perencana keuangan di seluruh dunia – maka jangan harap penerbit kartu kredit akan menawarkan peningkatan limit kredit. Bahkan, alih-alih ditawarkan, Anda yang harus mengemis agar limit dinaikkan, dan membayar administrasi untuk permohonan tersebut. Dari sisi penerbit kartu, itu hal yang masuk akal karena buat apa mereka menaikkan atau memberikan limit yang lebih tinggi, sementara diberi limit yang ada saat ini juga tidak pernah digunakan.

Friday, 6 November 2015

OJK Teken Perjanjian Dengan 6 Negara Untuk Memperluas Perbankan Indonesia

Dunia perbankan Indonesia memasuki babak baru dalam hal kerjasama Internasional. Jasa Keuangan (OJK) akan segera meneken perjanjian bilateral baru terkait perjanjian perbank-kan dengan enam negara termasuk Singapura, Australia, Myanmar, Vietnam, Kamboja dan India tahun depan, sebuah langkah yang memungkinkan bank-bank untuk mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mengembangkan bisnis mereka di Asia. 

 

Sebelumnya, OJK telah meneken kerjasama dengan Bank Negara Malaysia, China Banking Regulatory Commission (CBRC), Otoritas Jasa Keuangan Dubai, Banco Central de Timor-Leste dan Badan Jasa Keuangan Jepang. 

 

Ketua OJK Muliaman Hadad mengatakan, Indonesia berharap dapat menandatangani perjanjian dengan Singapura, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Australia dan India pada tahun 2016. "Tahun ini kami berharap dapat menandatangani perjanjian definitif dengan Malaysia, Timor Leste dan mungkin Singapura dan tahun depan dengan enam negara," tambahnya. 

 

Menurut Mualiman, Indonesia perlu untuk menandatangani perjanjian dengan Myanmar karena Bank milik pemerintah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana membuka cabang di sana. Sedangkan di Cina, perjanjian ini akan membantu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk melaksanakan operasi di Remimbi dari dolar AS. Sementara di Jepang, Korea Selatan dan Dubai, perjanjian ini akan membantu Bank Negara Indonesia untuk mengembangkan usahanya.

 

Apalagi Indonesia juga telah menyetujui untuk mendukung integrasi perbankan di ASEAN, yang mana ini merupakan langkah penting menuju integrasi ekonomi ASEAN.

 

Belum lama ini Indonesia, yang diwakili oleh Bank Indonesia (BI), juga telah menyetujui Integrasi Kerangka Perbankan ASEAN (ABIF), ABIF ini akan menjadi acuan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk menerapkan prinsip-prinsip integrasi perbankan untuk mendukung Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC). 

 

Pelaksanaan ABIF diharapkan akan mampu membuat sektor perbankan dan praktisi bisnis memperluas kegiatan mereka dengan cara yang efisien dan stabil di kawasan ASEAN

Sumber:fiskal.co.id

Sejarah BANK DUNIA

Bank Dunia berdiri adalah hasil dari Konferensi Bretton Woodsyang diadakan pada tahun 1944. Peluncuran ini bersamaan dengan lahirnya IMF atau Dana Moneter Internasional, di hadapan sejumlah delegasi penting dunia, dihadiri banyak pembuat kebijakan penting dari Amerika Serikat dan Inggris. Awalnya, sampai tahun 1968 Bank Dunia bertugas meminjamkan uang, setelah berikutnya mengemban tugas konservatisme fiskal. Sebuah aplikasi pinjaman yang sangat hati-hati disaring.

 

Rencana aksi yang diikuti di awal adalah untuk mendirikan Bank Dunia sebagai lembaga yang dirancang untuk investasi serta memberikan pinjaman. Di bawah pimpinan John McCloy, Perancis adalah negara pertama yang menerima bantuan Bank Dunia, atas penolakan Chile dan Polandia. $ 250 juta pinjaman dollar diteruskan dalam kondisi pembayaran yang ketat.

 

Sesuai berjalannya waktu, penekanan untuk bantuan kesesuaian dialihkan dan sejumlah negara-negara non-Eropa, pada anggapan dan perhitungan bahwa bangsa memiliki kemampuan untuk meminjam dan membayar kembali dalam waktu yang ditentukan. Pinjaman diteruskan ke bawah - negara maju dan berkembang untuk mendanai pengembangan sistem transportasi dan pembangkit listrik.

 

Kemudian, fokus bergeser pada pengentasan kemiskinan dan negara-negara yang memungkinkan untuk membantu rakyat mereka mendapatkan keuntungan dari akses terhadap kebutuhan dasar. Jumlah pinjaman meningkat karena dana tersedia untuk juga mengatasi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan sosial. Robert McNamara, presiden pada tahun 1968 dikreditkan dengan penerapan manajemen teknokratik baru.

 

McNamara membuat dana yang tersedia untuk membangun utilitas dan sekolah, rumah sakit, reformasi pertanian, dan untuk mengurangi tingkat buta huruf. Investigasi sebelum sanksi pinjaman tidak hanya memungkinkan jumlah pinjaman yang akan diteruskan dengan cepat, tetapi juga meningkatkan volume kredit. Pasar obligasi digunakan untuk menambah modal. Melalui tahun 1980-an, fokusnya adalah pada penyesuaian struktural dan perampingan ekonomi beberapa negara berkembang.

 

Saat ini, Bank Dunia mengintegrasikan praktek pinjaman untuk memenuhi persyaratan lingkungan dan infrastruktur, di seluruh dunia. Fokus 'hijau' telah membuat modal yang tersedia untuk sejumlah pengembangan dan di bawah - negara maju untuk meningkatkan ekspor, mencapai keseimbangan ekonomi dan pada saat yang sama dengan memberikan warganya jaminan utilitas dan layanan yang lebih baik.

 

Peran

Bank Dunia terdiri dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) dan International Development Association (IDA). Peran utama adalah distribusi berisi dana untuk kenaikan perekonomian masyarakat internasional.

 

Tujuan

Markas Bank Dunia berada di Washington DC. Tujuan dari organisasi internasional ini meliputi:

Pencapaian tujuan pembangunan milenium.Meningkatkan pinjaman kepada negara-negara berpenghasilan menengah.Mengembangkan dan meneruskan suku bunga yang mudah dibayar.Menghasilkan bunga pinjaman rendah.Meningkatkan periodik hibah investasi oleh negara-negara anggota.

 

Fakta-fakta tentang Bank Dunia

Bank Dunia menawarkan dua jenis pinjaman: investasi dan pengembangan kebijakan. Sementara kredit investasi adalah yang diteruskan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial, pinjaman kebijakan pembangunan yang ditawarkan sebagai pembiayaan cepat untuk mendukung reformasi kelembagaan untuk mengurangi utang dunia ketiga.

 

Presiden Bank Dunia saat ini adalah Robert B. Zoellick. Ia dibantu oleh 3 Wakil Presiden senior, 24 Wakil Presiden dan 2 Executive Vice President. ***int

PERBANKAN

BSaat ini sebagian besar layanan perbankan elektronik terkait langsung dengan rekening bank. Jenis perbankan elektronik yang tidak terkait rekening biasanya berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (cip dalam kartu pintar). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis perbankan elektronik semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya cenderung terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip” yang memungkinkan transaksi terkait dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor.

Jenis layanan

Perbankan Daring

Perbakan daring (online banking) pada dasarnya merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu daring (online) dan perbankan(banking). Saat ini internet telah menghubungkan lebih dari 100.000 jaringankomputer di dunia dengan pengguna lebih dari 100 juta orang. Dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.
Jenis transaksi :

Transfer dana,Informasi saldoMutasi rekeningInformasi nilai tukarPembayaran tagihan (misal: kartu kredit, rekening telepon, rekening listrik, asuransi)Pembelian (misal: pulsa ponsel, tiket pesawat, saham)

Perbankan bergerak

Perbankan bergerak (mobile banking) adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler GSMdengan menggunakan SMS.
Jenis transaksi:

Transfer danaInformasi saldoMutasi rekeningInformasi nilai tukarPembayaran (kartu kredit, rekening listrik, rekening telepon, asuransi)Pembelian (pulsa isi ulang, saham).

Kejahatan dalam Perbankan ElektronikSunting

Lubang keamanan (security hole) akan selalu ada, hal ini bisa diamati dari situs web yang melaporkan adanya lubang keamanan setiap hari. Namun bisnis tidak dapat berhenti karena adanya potensi lubang keamanan.

Untuk sekadar transaksi yang bersifat informatif (tidak ada pengurangan saldo) maka cukup menggunakan ssandi lewat (password) untuk masuk, tetapi untuk transaksi yang sifatnya memindahkan/mengurangi saldo nasabah diminta untuk memasukan pin yang dihasilkan oleh suatu alat yang biasa disebut token atau pin. Alat ini akan mengeluarkan deretan angka (biasanya 6 digit) yang hanya identik dengan rekening nasabah tersebut. Jadi token lain tidak mungkin bisa digunakan pada rekening tersebut. Yang dapat dilakukan adalah meningkatkan tingkat kesulitan untuk masuk dengan menggunakan pengamanan-pengamanan, dinding api (firewal) & IDS (dalam kasus server Internet). kejahatan siber yang merupakan kejahatan di dunia maya (siber) sangat memungkinkan data nasabah di sadap pada saat melakukan transaksi perbankan elektronik.

Tips Aman E-banking

Jangan memberitahukan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain.setiap melakukan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima respon balik atas transaksi tersebut.

Sumber:wikipedia

Perbankan ELEKTRONIK

Perbankan Elekronik (bahasa InggrisE-banking) E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan internet banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.

Aplikasi teknologi informasi dalam internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih efektif daripada bank konvensional. Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan dimanfaatkan oleh industri perbankan. Secara umum, dalam penyediaan layanan internet banking, bank memberikan informasi mengenai produk dan jasanya via portal di internet, memberikan akses kepada para nasabah untuk bertransaksi dan meng-update data pribadinya. Adapun persyaratan bisnis dari internet banking antara lain: a). aplikasi mudah digunakan; b). layanan dapat dijangkau dari mana saja; c). murah; d). dapat dipercaya; dan e). dapat diandalkan (reliable).

Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BRI,BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya. Internet banking telah memberikan keuntungan kepada pihak bank antara lain:

Business expansionCustomer loyalityRevenue and cost improvementCompetitive advantageNew business model

Business expansion. Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada internet banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang dan waktu.

Customer loyality. Khususnya nasabah yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Dia dapat menggunakan satu bank saja.

Revenue and cost improvement. Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang atau membuat mesin ATM.

Competitive advantage. Bank yang memiliki internet banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki internet banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak memiliki fasilitas Internet Banking.

New business model. Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat.

Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi:

Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)Sistem Aplikasi Perbankan (Banking Application System)Sistem Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata(Real-Time Gross Settlement System)Perbankan Daring (Internet Banking)Sistem Kliring Elektronik

Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan, atau lebih populer dengan istilah perbankan elektronik (electronic banking)

UMKM Menopang Italia di Saat Krisis

Torino–Kelesuan ekonomi global saat ini bisa dibilang berasal dari Eropa. Ketika ekonomi AS mulai pulih dan Cina masih bisa tumbuh di atas 6%, ekonomi di negara-negara Eropa banyak yang tumbuh minus sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satunya Italia yang pada 2012 ekonominya tumbuh minus 2,8%, pada 2013 turun 1,7%, dan pada 2014 kembali anjlok 0,4%. Tetapi, peran UKM cukup menyelamatkan ekonomi negara dengan luas 301.338 km2 untuk tidak turun lebih dalam karena krisis di zona Eropa.

Bahkan, UKM menjadi sangat sentral memperkuat pondasi ekonomi Italia apalagi sebagian besar pelaku usaha di Italia tergolong UKM. Tak sedikit perusahaan UKM yang kemudian berkembang menjadi korporasi raksasa. “Contoh usaha keluarga yang berkembang menjadi raksasa ekonomi dunia adalah keluarga Agnelli yang berhasil memproduksi FIAT di Torino dan Ferrari di Maranello,” ujar Diding S Anwar, Direktur Utama Jamkrindo yang ketika dihubungi Infobank 29 Oktober 2015 berada di Italia.

Diding yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) berada di Italia bersama sejumlah anggota DPR, Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili Choirul Jamhari, Kementerian Keuangan, Lembaga Manajemen FEUI, dan Dewan Pengawas Jamkrindo yaitu Nasaruddin Umar dan Subandriyo. Menurut Diding, kunjungan ke Italia bertujuan melihat dari dekat bagaimana Italia sebagai negara dengan ekonomi terbesar nomor delapan dunia dan nomor tiga di Eropa ternyata memiliki basis pengembangan UKM yang bagus, baik dari sisi pembiayaan, skema penjaminan kredit, dan akses pasar.

Menurut Marco Corciani dari Associazione Piccole e Medie Imprese atau Asosiasi Pengusaha UKM di Italia, basis UKM di Italia 27% berada di sektor manufaktur, 25% perdagangan dan ritel, 25% jasa, 20% craft dan 2% agrikultur.

Selain bertemu dengan Asosiasi UKM di Italia, Diding dan rombongan juga bertemu beberapa lembaga lain seperti urofidi dan Unionfidi, dua perusahaan penjaminan yang memberi back-up pemberian kredit UKM oleh institusi keuangan. Menariknya, lembaga penjamin kredit di Italia berkembang sangat pesat seperti terlihat dari jumlahnya yang mencapai hampir 700 buah, di mana 62 di antaranya beraset di atas €150 juta. “Di Italy yang menjamin kredit UKM hanya dilakukan oleh perusahaan penjaminan,” ujar Diding.

Massimo Cerreto, Director Eurofidi, menambahkan perusahaan penjaminan memberikan coverage ratio 70% hingga 80% tergantung rating kredit yang dimiliki UKM.

Selain mengembangkan skema penjaminan untuk mendukung pembiayaan kepada UKM, pemerintah Italia juga gencar melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan akses pasar UKM-nya diantaranya melalui pameran seperti Milan Expo. “Pemerintah Italia akan terus menerus membantu UKM dalam mempromosikan dan memasarkan produknya,” ujar Marco Corciani. (*)

Sumber:infobanknews.com

Pencurian Identitas Dan Penyalahgunaan Kartu, Kekhawatiran Utama Transaksi Online

Jakarta–MasterCard Safety and Security Index™ mengungkapkan bahwa pencurian identitas dan berbagai penyalahgunaan kartu ATM konsumen menjadi dua masalah keamanan utama yang dikhawatirkan oleh masyarakat di kawasan Asia Tenggara danGreater China pada saat melakukan pembayaran elektronik.

Dalam survey tersebut, sebanyak 42% konsumen di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) merupakan negara yang paling khawatir terhadap  penipuan ataupun kecurangan terkait dengan penggunaan ATM, seperti pencurian kartu, penggandaan kartu maupun skimming. Sedangkan negara-negara di Greater China (China, Hong Kong, dan Taiwan) memiliki kekhawatiran terhadap hal yang sama sebesar 31%.

Konsumen di kawasan Asia Tenggara (35%) dan Greater China (32%) memiliki kekhawatiran yang tidak jauh berbeda terkait dengan pencurian identitas.  Tingkat kekhawatiran terkait hal tersebut di Kawasan Asia Tenggara mencapai 35%, sementara di Greater Chinamencapai 32%. Hal ini termasuk pencurian data personal seperti rincian data bank, identitas personal, alamat, dan tanda tangan yang dicuri melalui website. Pada kedua kawasan tersebut, diketahui bahwa kekhawatiran tidak berasal langsung dari pengalaman pribadi masyarakat, melainkan dari hasil pemberitaan di media massa.

Dalam indeks ini juga diungkapkan bahwa secara keseluruhan, konsumen di kawasan Asia Tenggara serta Taiwan dan Hong Kong merasa lebih aman untuk bertransaksi langsung di toko dibandingkan dengan pembayaran secara online. Meskipun demikian, Tiongkok menjadi satu-satunya negara dimana para konsumennya merasa bahwa pembayaran online lebih aman dibandingkan dengan pembayaran langsung di toko; bahkan melebihi Singapura.

Ketika berbicara mengenai transaksi online, hampir setiap konsumen di Greater Chinatelah melakukan pembayaran online sejak tahun lalu. Sekitar 62% dari konsumen di Tiongkok memilih untuk menggunakan digital wallets dalam pembayaran online. Jumlah tersebut melebihi Hongkong dan Taiwan yang masing-masing indeksnya hanya sebesar 14% dan 29%.

MasterCard  Safety and Security Index™ juga memperkuat fakta bahwa bank senantiasa memainkan peran penting dalam menjamin keamanan pembayaran bagi konsumen di Asia Tenggara. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat kepercayaan konsumen kepada bank serta kepercayaan konsumen bahwa bank dapat membantu mereka untuk mengatasi isu-isu yang muncul terkait dengan keamanan transaksi pembayaran.

Bank seringkali menjadi garis perlindungan terdepan dan solusi bagi korban penipuan transaksi online. Hal itu terlihat dari fakta dimana, hampir setengah dari seluruh konsumen di Asia Tenggara yang pernah mengalami kejahatan terkait dengan penggunaan ATM langsung mendatangi bank penerbit kartu mereka sebagai langkah pertama untuk meminta saran.

“Fakta bahwa mayoritas pemegang kartu memiliki hubungan baik dengan bank, juga memiliki korelasi yang mendalam terhadap sentimen mengenai siapa yang paling bisa mereka percaya untuk menjamin keamanan saat melakukan pembayaran elektronik” ujar Ari Sarker, Co-President, MasterCard, Asia Pacific.

Hal tersebut, lanjut Ari, tercermin dari hasil penelitian dari para konsumen di kawasan Asia Tenggara dan Greater China. Singapura khususnya, selain bank, konsumen juga menaruh kepercayaan yang besar pada pemerintah yang telah memberikan sebuah aturan negara yang kuat serta reputasi secara keseluruhan yang baik terkait dengan keamanan pembayaran.

Melalui penelitian tersebut juga dinyatakan bahwa tidak ada satupun responden di Asia Tenggara mempercayai website lokal. Hal ini disebabkan mereka masih menganggap bahwa pelaku bisnis e-commerce  lokal masih harus melakukan banyak perbaikan untuk menjamin bahwa standar keamanan pembayaran yang digunakan telah memenuhi ketentuan internasional dan membangun kepercayaan konsumen saat bertransaksi online.

Di Greater China, selain bank dan pemerintah, pelaku bisnis atau pedagang juga dianggap memiliki tanggung jawab dalam menjamin keamanan transaksi pembayaran, dimana 28% konsumen dalam kawasan tersebut akan menemui pedagang sebagai usaha pertama mereka dalam mencari solusi pembayaran yang aman. Selain itu, pedagang dalam kawasan ini juga membantu menyelesaikan 40% dari permasalahan transaksi pembayaranonline.(*)

Sumber:infobanknews.com